Selasa, 26 November 2013

Yang Terbaik Bagimu

Maaf dan Terima Kasih
untuk cinta yang masih yang tertularkan
untuk kasih sayang yang masih terbagikan
untuk semua pengorbanan yang selalu harus dilakukan
____________________________________________________________________

Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi semua maumu

Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati

Minggu, 24 November 2013

Sebiru Hari Ini Edcoustic





Sebiru hari ini
Birunya bagai langit terang benderang
Sebiru hari kita, Bersama disini
Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita, walau kita akan berpisah

Bukankah hati kita telah lama menyatu
Dalam tali kisah persahabat ilahi
Pegang erat tangan kita tuk terakhir kaliyan
Hapus air mata meski kita akan terpisah

Selamat jalan teman
Tetaplah berjuang
Semoga kita bertemu kembali
Kenang masa indah kita
Sebiru hari ini




#seindah langit biru berhias mega merah muda yang kita pandangi bersama,
membuat takjub, berdecak tasbih
di depan sekolah yang selalu menjadi tempat saat kenangan terukir
di kala kaki mulai menapaki langkah yang memisahkan kita hari ini
menutup sejenak kisah kita hari ini
terimakasih wahai Sang Pemilik Skenario
atas hadirnya mereka di setiap perjalanan waktu ku



Selasa, 19 November 2013

Sepotong Rembulan Untuk Berdua


malam ini,
saat dikau menatap bulan,
yakinlah kita melihat bulan yg sama,
mensyukuri banyak hal,
berterima-kasih atas segalanya,
terutama atas kesempatan utk saling mengenal,
esok-pagi, semoga semuanya dimudahkan..

 

malam ini,
saat dikau menatap bulan,
yakinlah kita menatap bulan yang satu,
percaya atas kekuatan janji-janji masa depan,
keindahan hidup sederhana, berbagi dan bekerjakeras,
mencintai sekitar dengan tulus dan apa-adanya..

malam ini,
saat dikau menatap bulan,
yakinlah kita menatap bulan yang itu,
semoga yg maha memiliki langit memberikan kesempatan,
suatu saat nanti, dengan segenap pemahaman baik
menjaga kehormatan perasaan
kita menatap bulan,
dari satu bingkai jendela

orang yg bisa menjaga kehormatan perasaan,
bahkan dia tidak membiarkan siapapun tahu.
menyerahkan urusannya pada Tuhan langsung
[tere lije]

Selasa, 12 November 2013

Tidakkah seperti kita seperti ini ?




Dalam Dekapan Ukhuwah ,Kita mengambil cinta dari langit
Lalu menebarkannya di bumi,sungguh di syurga menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta
mari membangunnya di sini ,dalam dekapan ukhuwah (Salim A.Fillah)

Kita semua sama ,terpenjara dalam kesendirian
hanya saja ada yang terkurung di ruang gelap tanpa cahaya sementara yang lain menghuni kamar berjendela (Khalili Gibran)

Karena saat ikatan kita melemah 
saat keakraban kita merapuh 
saat salam terasa menyakitkan 
saat kebersamaan serasa siksaan .
saat pemberian bagai bara api,
saat kebaikan justru melukai.Aku tahu,yang rombeng bukan ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit,atau mengkerdil
mungkin dua-duanya,
mungkin kau saja tentu terlebih sering,
imanku lah yang compang camping

pernah ada masa-masa dalam cinta kita
kita lekat bagai api dan kayu
bersama menyala, saling menghangatkan rasanya
hingga terlambat untuk menginsyafi bahwa
tak tersisa dari diri-diri selain debu dan abu
pernah ada waktu-waktu dalam ukhuwah ini
kita terlalu akrab bagai awan dan hujan
merasa menghias langit, menyuburkan bumi,
dan melukis pelangi
namun tak sadar, hakikatnya kita saling meniadai
di satu titik lalu sejenak kita berhenti, menyadari
mungkin hati kita telah terkecualikan dari ikatan di atas iman
bahkan saling nasehatpun tak lain bagai dua lilin
saling mencahayai, tapi masing-masing habis dimakan api
Kini saatnya kembali pada iman yang menerangi hati
Pada amal shalih yang menjulang  bercabang-cabang
Pada akhlak yang manis ,lembut dan wangi
Hingga ukhuwah kita menggabungkan huruf-huruf menjadi kata
Yang dengannya kebenaran terbaca dan bercahaya

Iman agaknya bukan bongkah batu karang yang tegak kokoh
Dia hidup bagai cabang menjulang dan dedaun rimbun
Selalu tumbuh  dan menuntut akarnya menggali kian dalam
Juga merindukan cahaya mentari,embun,dan udara pagi

Persaudaraan adalah mu’jizat,wadah yang saling berikatan
Dengannya Allah persatukan  hati-hati yg berserakan
Saling bersaudara ,saling merendah lagi memahami
Saling mencintai dan saling berlembut hati(Sayyid Qutb)

Malam berlalu,tapi tak mampu kupejamkan mata dirundung rindu kepada mereka
Yang wajahnya mengingatkanku akan syurga
Wahai fajar terbitlah segera,agar sempat kukatakan pada mereka
“aku mencintai kalian karena Allah” (Umar Ra)

Menghadapi orang sulit selalu merupakan masalah
Terutama jika orang sulit itu adalah diri kita sendiri
Jika kita merasa bahwa  semua orang memiliki masalah dengan kita,
Tidakkah diri kita curiga bahwa diri ini adalah masalahnya

Mempercayai yang terbaik dalam diri seseorang
akan menarik keluar yang terbaik dari mereka
berbagi senyum kecil dan sederhana
mungkin saja mengalirkan ruh baru pada jiwa yang nyaris putus asa
atau membuat sekeping hati kembali percaya
bahwa dia berhak dan layak untuk berbuat baik

Jika sebuah penghinaan tak lebih mengerikan
Dibanding apa yang Allah tutupi dari kesejatian kita
Maka bukanlah ia adalah sebait sanjungan?

Hati kita masing-masing dihuni cahaya
Dan ruh-ruh disaa telah saling melihat kilaunya
Merasai pertemuan kembali yang lama din anti
Maka wahai para nurani,saling berlembutlah
Karena kalian sedang berpelukan,dalam dekapan ukhuwah

Dalam dekapan ukhuwah kita tersambung
Bukan untuk saling terikat membebani
Melainkan untuk saling tersenyum memahami
Dan saling mengerti dengan kelembutan nurani

Sebab pikiran punya jalan nalarnya masing-masing
Maka terkadang mereka bertemu atau berpapasan
Sesekali bersilangan,berhimpitan bahkan bertabrakan
Syukurlah kita punya ruh-ruh ,yang diakrabkan iman

Nasehati aku di kala kita hanya berdua
Jangan meluruskanku ditengah ramai
Sebab nasehat di depan banyak manusia
Terasa bagai hinaan yang membuat hatiku luka

Kita semua anak adam,pernah melakukan kesalahan
dalam dekapan ukhuwah ,kelembutan nurani memberi kita
sekeping mata uang yang paling mahal untukmembayarnya
di keping  uang itu,satu sisi bertuliskan :akuilah kesalahanmu”
sisi lain berukir kalimat,”maaflah saudaramu yg bersalah”

Jika engkau merasa bahwa segala yang disekitarmu gelap dan pekat,
Tidakkah kau curiga bahwa engkaulah
Yang dikirimkan Allah untuk menjadi cahaya bagi mereka?
Berhentilah mengeluh kan kegelapan itu,
Sebab sinarmu  yang sedang mereka nantikan ,maka berkilaulah”

‘alangkah sulitnya mencari sahabat sejati,”kata seorang teman
“tak temukan walau telah kujelajahi bumi,negeri demi negeri”
Aku tersenyum menepuk pundaknya
“mungkin itu sebab yang kau cari adalah sahabat untuk memberi
Adapun sahabat untuk diberi bertebaran diseluruh penjuru bumi”

Sesungguhnya lubang jarum takkan terlalu sempit
Bagi dua orang yang saling mencintai
Adapun bumi,takkan cukup luas
Bagi dua orang yang saling membenci (Al-khalil ibn Ahmad)

“Perumpamaan orang-orang beriman dalam cinta-mencintai
Saling menyayangi dan bantu membantu diantara
Sesamanya laksana sebuah jasad
Apabila salah satu bagiannya sakit,yang lain tiada bisa
Tidur di malam hari,dan menngigil demam”.(Rasulullah saw)

Dalam serpih-serpih cahaya
Dan gerak-gerik halus benda-benda
Tersimpan rahasia,mengapa kita  ini ada”

Saudara seiman itu adalah dirimu
Hanya saja dia itu orang lain
Sebab kalian  adalah satu jiwa
Maka kalian adalah satu jiwa
Hanya saja kini sedang hinggap di jasad yang berbeda (Al-Kindi)

Buku Tahta Mahameru

 TAHTA MAHAMERU

“Mahameru… Puncak Abadi Para Dewa.” Ikhsan memandang Mahameru lagi. “Apakah itu artinya… Allah tidak punya tempat di sana?”
Faras, si gadis kutu buku asal desa Ranu Pane hanya bisa mengangkat tinggi kedua alisnya.

“Seperti aku, kamu juga tidak tahu banyak tentang tahta Mahameru?” tanyanya lagi.

Tahta Mahameru?

Itulah
salah satu dari tiga pertanyaan tak terjawab dari Ikhsan kepada Faras.
Masing-masing diajukan dalam tiga pertemuan singkat mereka sebelum
mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa itu. Pendaki gunung berwatak
keras dari keluarga yang penuh kebencian ini menjadikan Mahameru
sebagai peredam sesaat jiwanya yang penuh dendam. Namun kegetiran
semakin memuncak sampai akhirnya ia benar-benar membalas dendam dan
hidup terasing. Faras, sang teman baik yang merasa bersalah dalam
terseretnya Ikhsan ke ujung tanduk menelusur jejak sang pendaki yang
hingga hingga melintasi pulau. Ia ditakdirkan bertemu dan seperjalanan
panjang dengan Mareta, seseorang yang ternyata terkait dalam dendam
keluarga Ikhsan.

Apa
sebenarnya yang terjadi pada Ikhsan setelah menghilang tiga tahun dari
Faras? Lalu masih pentingkah Faras mengungkap semua jawab atas
pertanyaan esensial Ikhsan yang dulu, melalui keajaiban demi keajaiban
dalam pendakian Mahameru yang mungkin tak terlihat selama ini?

Tahta Mahameru,
sebuah novel yang tak hanya menyajikan rangkaian peristiwa luar biasa
tentang kehidupan anak manusia, tapi juga menyuguhkan petualangan
tokoh-tokohnya dari satu daerah ke daerah lain, menghadirkan sisi
religi yang sangat menggugah, dan ikut mengupas latar adat suku Bugis
yang kental dan terkenal akan kapal pinisi mereka. Serta tentu saja,
pendakian Gunung Mahameru yang berbeda dari biasanya.


Jalan Cinta Para Pejuang


“Jika kita mnghijrahkan cinta; dari kata benda menjadi kata kerja maka tersusunlah sebuah kalimat peradaban dalam paragraf sejarah, jika kita menghijrahkan cinta; dari jatuh cinta menuju membangun cinta maka cinta akan menjadi sebuah istana, tinggi menggapai surga”

Satu kata cinta Bilal : ” Ahad”… 
Dua kata Sang Nabi : “selimuti aku..!” … 
Tiga kata cinta Ummu Sulaim: “Islammu, itulah maharku!” … 
Empat kata cinta abu bakr: “Ya Rosulullah, saya percaya…” …. 
Lima kata cinta Umar: ” Ya Rosululllah, ijinkan kupenggal lehernya !”

“Cinta berjalan di hadapan kita dengan mengenakan gaun kelembutan, tetapi sebagian kita lari darinya dalam ketakutan, atau bersembunyi dalam kegelapan,dan sebagian yang lain mengikutinya untuk melakukan kejahatan atas nama cinta” (Kahlil Gibran)


Hujan Kan Turun


setiap apapun yang gersang, 
akan ada suatu yang pasti 
jika hujan akan turun, 
tergantung bagaimana kita melewati kegersangan itu, 
apakah kita hanya akan menikmati rasa gersang itu, 
atau kita tetap bersabar dan yakin bahwa hujan pasti akan turun.

penantian akan hujan telah cukup, 
kini tiba saatnya hujan turun, 
menyejukan jiwa yang telah lama merasa gersang, 
menyirami jiwa yang telah layu terhempas udara gersang.

siapkan tadahan mu untuk hujan tersebut, 
isi ulanglah yang habis 
ataupun baru sekedar berkurang atas kegersangan itu 
dengan rintikan air yang didapat.

suatu saat kegersangan pun pasti akan kembali hadir, 
tp yakinlah, 
pasti sama seperti yang sudah terjadi sebelumnya, 
hujan akan turun.
jangan bosan dan lelah menanti turunnya hujan, 
karna hujan yang turun melebihi indah dari yang kita harapkan

Menikmati Hujan Bersama

*Katulampa _ Rihlah
Berselimut Ukhuwah 

Selasa, 05 November 2013

Waktu Dan Cahaya



Disinilah sebuah perlajalan panjang di mulai
sapaan awal, lalu bertukar nama
tak ada khayalan
apalagi harapan
untuk sebuah keindahan
hanya mengalir mengikuti derasnya waktu di selimuti pencahayaan

Dsinilah sebuah perjalan panjang di mulai
belum ada kesedihan
belum tersapa kegundahan
hanya senyuman kebahagian
yang selalu menghiasi keseharian

Dsinilah sebuah perjalan panjang di mulai
mengenal dekat
menggemgam erat
diselimuti hangatnya cahaya matahari
ditemani lembutnya cahaya bulan
dihias berkilaunya cahaya bintang

Disinilah sebuah perjalan panjang di mulai
bersama mengukir setiap langkah waktu kita
bersama menerangi setiap gelap yang ada
bersama berlayar pada lautan waktu Nya
diiringi sinar cahaya dari Nya

~catatan Setiap Perjalanan~