Selasa, 12 November 2013

Tidakkah seperti kita seperti ini ?




Dalam Dekapan Ukhuwah ,Kita mengambil cinta dari langit
Lalu menebarkannya di bumi,sungguh di syurga menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta
mari membangunnya di sini ,dalam dekapan ukhuwah (Salim A.Fillah)

Kita semua sama ,terpenjara dalam kesendirian
hanya saja ada yang terkurung di ruang gelap tanpa cahaya sementara yang lain menghuni kamar berjendela (Khalili Gibran)

Karena saat ikatan kita melemah 
saat keakraban kita merapuh 
saat salam terasa menyakitkan 
saat kebersamaan serasa siksaan .
saat pemberian bagai bara api,
saat kebaikan justru melukai.Aku tahu,yang rombeng bukan ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit,atau mengkerdil
mungkin dua-duanya,
mungkin kau saja tentu terlebih sering,
imanku lah yang compang camping

pernah ada masa-masa dalam cinta kita
kita lekat bagai api dan kayu
bersama menyala, saling menghangatkan rasanya
hingga terlambat untuk menginsyafi bahwa
tak tersisa dari diri-diri selain debu dan abu
pernah ada waktu-waktu dalam ukhuwah ini
kita terlalu akrab bagai awan dan hujan
merasa menghias langit, menyuburkan bumi,
dan melukis pelangi
namun tak sadar, hakikatnya kita saling meniadai
di satu titik lalu sejenak kita berhenti, menyadari
mungkin hati kita telah terkecualikan dari ikatan di atas iman
bahkan saling nasehatpun tak lain bagai dua lilin
saling mencahayai, tapi masing-masing habis dimakan api
Kini saatnya kembali pada iman yang menerangi hati
Pada amal shalih yang menjulang  bercabang-cabang
Pada akhlak yang manis ,lembut dan wangi
Hingga ukhuwah kita menggabungkan huruf-huruf menjadi kata
Yang dengannya kebenaran terbaca dan bercahaya

Iman agaknya bukan bongkah batu karang yang tegak kokoh
Dia hidup bagai cabang menjulang dan dedaun rimbun
Selalu tumbuh  dan menuntut akarnya menggali kian dalam
Juga merindukan cahaya mentari,embun,dan udara pagi

Persaudaraan adalah mu’jizat,wadah yang saling berikatan
Dengannya Allah persatukan  hati-hati yg berserakan
Saling bersaudara ,saling merendah lagi memahami
Saling mencintai dan saling berlembut hati(Sayyid Qutb)

Malam berlalu,tapi tak mampu kupejamkan mata dirundung rindu kepada mereka
Yang wajahnya mengingatkanku akan syurga
Wahai fajar terbitlah segera,agar sempat kukatakan pada mereka
“aku mencintai kalian karena Allah” (Umar Ra)

Menghadapi orang sulit selalu merupakan masalah
Terutama jika orang sulit itu adalah diri kita sendiri
Jika kita merasa bahwa  semua orang memiliki masalah dengan kita,
Tidakkah diri kita curiga bahwa diri ini adalah masalahnya

Mempercayai yang terbaik dalam diri seseorang
akan menarik keluar yang terbaik dari mereka
berbagi senyum kecil dan sederhana
mungkin saja mengalirkan ruh baru pada jiwa yang nyaris putus asa
atau membuat sekeping hati kembali percaya
bahwa dia berhak dan layak untuk berbuat baik

Jika sebuah penghinaan tak lebih mengerikan
Dibanding apa yang Allah tutupi dari kesejatian kita
Maka bukanlah ia adalah sebait sanjungan?

Hati kita masing-masing dihuni cahaya
Dan ruh-ruh disaa telah saling melihat kilaunya
Merasai pertemuan kembali yang lama din anti
Maka wahai para nurani,saling berlembutlah
Karena kalian sedang berpelukan,dalam dekapan ukhuwah

Dalam dekapan ukhuwah kita tersambung
Bukan untuk saling terikat membebani
Melainkan untuk saling tersenyum memahami
Dan saling mengerti dengan kelembutan nurani

Sebab pikiran punya jalan nalarnya masing-masing
Maka terkadang mereka bertemu atau berpapasan
Sesekali bersilangan,berhimpitan bahkan bertabrakan
Syukurlah kita punya ruh-ruh ,yang diakrabkan iman

Nasehati aku di kala kita hanya berdua
Jangan meluruskanku ditengah ramai
Sebab nasehat di depan banyak manusia
Terasa bagai hinaan yang membuat hatiku luka

Kita semua anak adam,pernah melakukan kesalahan
dalam dekapan ukhuwah ,kelembutan nurani memberi kita
sekeping mata uang yang paling mahal untukmembayarnya
di keping  uang itu,satu sisi bertuliskan :akuilah kesalahanmu”
sisi lain berukir kalimat,”maaflah saudaramu yg bersalah”

Jika engkau merasa bahwa segala yang disekitarmu gelap dan pekat,
Tidakkah kau curiga bahwa engkaulah
Yang dikirimkan Allah untuk menjadi cahaya bagi mereka?
Berhentilah mengeluh kan kegelapan itu,
Sebab sinarmu  yang sedang mereka nantikan ,maka berkilaulah”

‘alangkah sulitnya mencari sahabat sejati,”kata seorang teman
“tak temukan walau telah kujelajahi bumi,negeri demi negeri”
Aku tersenyum menepuk pundaknya
“mungkin itu sebab yang kau cari adalah sahabat untuk memberi
Adapun sahabat untuk diberi bertebaran diseluruh penjuru bumi”

Sesungguhnya lubang jarum takkan terlalu sempit
Bagi dua orang yang saling mencintai
Adapun bumi,takkan cukup luas
Bagi dua orang yang saling membenci (Al-khalil ibn Ahmad)

“Perumpamaan orang-orang beriman dalam cinta-mencintai
Saling menyayangi dan bantu membantu diantara
Sesamanya laksana sebuah jasad
Apabila salah satu bagiannya sakit,yang lain tiada bisa
Tidur di malam hari,dan menngigil demam”.(Rasulullah saw)

Dalam serpih-serpih cahaya
Dan gerak-gerik halus benda-benda
Tersimpan rahasia,mengapa kita  ini ada”

Saudara seiman itu adalah dirimu
Hanya saja dia itu orang lain
Sebab kalian  adalah satu jiwa
Maka kalian adalah satu jiwa
Hanya saja kini sedang hinggap di jasad yang berbeda (Al-Kindi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar