Sabtu, 15 Februari 2014

Ku Ingin Perbaiki

Kini baru ku sadari...
Dalam pelayaran ini, seharusnya bersama
melangkahkan kai dengan beriringan,
dengan tak perlu adanya kaki yang tertinggal lagkah,
dan berusaha menyamai langkah kaki yg terus berjalan,
tanpa pedulu ada yang tertinggal
Seharusnya kita mampu berlayar bersama.....
 
mengarungi lautan yang masih begitu luas
dengan cinta yang dihadirkanNya,
yang sesuai dengan hakikat dan tujuan diberikanNya
maafkan kaki yang melangkah, tak mempedulikan
maafkan kebahagian yang mengiringi kaki untuk tetap melangkah
tanpa sadar ada kaki yang terlukai, 
maafkan kebahagian yang melukai ini....
rasanya lebih baik saling behenti sejenak
untuk berusaha mengobati luka itu
lalu kembali bersama-sama
tanpa ada satu pun kaki yang langkahnya tak sama
andaikan kita ingat..
saat pertama kali dipertemukan...
menyatukan tujuan
menyusun strategi perjalanan yang panjang
saling meringankan beban dengan senyuman
kini, aku ingin memperbaiki semua,
tak apalah jika hanya aku tanpa yang lain yang memperbaiki yang rusak
aku hanya ingin semua nya menjadi kebaikan
tanpa ada 1 pun yang teabaikan
maaf kan.. jika baru tersadarkan...
mari kita perbaiki layar perahu yang mulai rusak dan usang
masih akan selalu ada jalan untuk kebaikan...
WALLAHU YUHIBBUL MUHSININ
ALLAH MENCINTAI ORANG-ORANG YANG BERBUAT KEBIKAN
Untuk menggapai ridhonya
Untuk mimbar-mimbar bercahaya di jannah-Nya


Bersama


Pada penghias malam aku belajar
Belajar agar tak pernah takut untuk berpijar
Menghias lembaran gelap
Menjelajahi hamparan tak bertepi dengan sayap

Berteman sang dewi dan kunang-kungang langit
Yang membersamai untuk saling tersenyum memahami
Kala sepi dan dinginnya malam
Berjanji akan selalu bersama dan ada
Walau hitamnya kapas menempatkannya pada tempat yang tersembunyi
Walau hembusan angin menjarakinya
Hingga gandengan tangan terlihat semu

Dengan begitu
Penghias langit malam akan tetap berada di langit gelap
Tetap disana dengan ribuan kunang-kunang langit malam
Tetap disana dengan senyum memahami yang menguatkannya
Tetap disana dengan awan hitam yang menyembunyikannya
Dan tetap disana dengan hembusan angin yang menjarakinya

Karena ia ada untuk menerangi bumi
Karena ia ada untuk mengias lembaran hitam
Karena ia ada untuk mengindahkan gelap

Dan karena ia ada untuk tujuan ia diciptakan oleh-Nya

Ku Titipkan Rindu

Rintikan langit yang selalu dinanti
Lengkungan langit berwarna indah yang selau menyenangkan hati
Kapas putih pelukis hati yang selalu di cari
Salam penutup cehaya yang tak selalu bias dipandangi
Riakan ombak yang selalu datang dan pergi
Gemericik air terjun yang menyejukan diri
Engkau lah rindu


Bukan sapaan sang bintang yg bercahaya
Yang selalu menyapa
Kala mata mulai terbuka
Tapi sapaan angin pada ruang hampa
Tak ada
Kala sorot mata mencarinya

Wahai rindu
Kala langkah tak bersama
Saat mata tak melihatnya
Berharap rindu adalah pengingatnya
Untuk tetap bisa menhadirkannya
Dan berharap cinta tak pernah sirna
Karena dengan rindu akan selau ada cinta

Langit melukislah kepadanya
Bahwa aku menridukannya
Angin berhembuslah
Kirimkanlah salam rindu dan cinta ku kepadanya


Saling Mengingatkan Dalam Kebenaran dan Kesabaran

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain ?
ohh Allah.. bagaimana dengan diri ku, sudahkah aku bermanfaat untuk yang lain ?

begitu banyak angan dan harapan yang aku minta...
melalui doa yang selalu ku panjatkan ketika menghadap mu
bukan kah..
barang siapa bersyukur maka akan ku tambah nikmat kepada mu.. Q.S Ibrahim ayat 7
ohh Allah.. aku khilaf untuk bersykur... terlalu banyak yang aku minta di banding aku bersyukur..
padahal tanpa aku minta, jika aku bersyukur maka Engkau akan memberikannya...
Engkau lebih tau apa yang aku butuhkan, bukan apa yang aku inginkan...

Ohh Allah.. begitu kecil, tak berdaya, dan hinanya aku di hadapan mu... 
Allah... ajarkan aku menjadi manusia yang tak lagi mengulangi kesalahan
Allah... ajarkan aku untuk menjadi manusia yang tak menyombongkan apapun..
Allah... ajarkan aku menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya...
Allah... ajarkan aku, agar aku bertaqwa kepada Mu...
sebelum Engkau menghendaki diri ku untuk datang menghadap mu...


Ohh Allah... segala yang aku harapkan.. segala yang aku inginkan... apapun itu..
cukuplah aku serahkan semuanya kepada Mu...
Hasbunallah Wani mal wakil
Engkau lebih mengetahui apa yang aku butuhkan...
Engkau sebaik-baiknya pemberi skenario kehidupan...

Buatlah diri ku menerima segala apa yang menjadi kehendak Mu...
Sadarkan lah aku jika selalu ada kebaikan dari setiap yang Engkau berikan kepada ku...
Biarlah aku mengikut arus air takdir yang Engkau kehendaki untuk ku....

Muhasabah Kader.wmv

Terima Kasih

Terima kasih untuk menjadi sahabat


Memutar kembali sejarah dalam ingatan
Mengulas kembali masa saat pertemuan awal
Bagaimana kita dipertemukan
Rasanya baru sebentar aku mengenal mu kala itu
Atau entah tak banyak yang di ingat kala itu
Karna terlalu banyak ingatan dalam memori bersama mu
Indah bukan ?

Hingga tiba masanya
Kita bersinar untuk bersama menghias langit
Mergandengan tangan merangkai tali-tali yang diselipkan oleh Nya
Menyamakan langkah kaki untuk sebuah petualangan yang sama
Dan menuangkan sejuta senyuman untuk meringankan pikulan
Lebih Indah bukan ?

Lagi-lagi hingga tiba masanya
Sebuah pohon mempunyai masanya untuk tumbang
Bahkan Sebuah bintang saja mempunyai masanya untuk berpijar
Tapi jika kita adalah pohon maka kita sudah memberikan bibit-bibit untuk penggantinya
Tapi jika kita adalah bintang maka apapun yang terjadi ia selalu saja terasa indah
Karna banyaknya bintang di langit tak akan pernah pergi
Akan tetap bisa di pandangi, dan digapai dalam jemari tangan didepan mata
Karna bintang yang habis masanya sekalipun menjadi harapan untuk orang yang melihatnya saat ia melesat  jatuh ke bumi
Sangat jauh lebih indah bukan ?

Tapi sahabat lebih dari sekedar pohon dan juga bintang
Yakinlah semua karena Nya

Terima kasih untuk menjadi sahabat
Di mana pun, apa pun, dan kapan pun
SkenarioNya tetaplah indah

SkenarioNya tetaplah memberikan kebaikan