Rintikan langit yang selalu dinanti
Lengkungan langit berwarna indah yang selau menyenangkan hati
Kapas putih pelukis hati yang selalu di cari
Salam penutup cehaya yang tak selalu bias dipandangi
Riakan ombak yang selalu datang dan pergi
Gemericik air terjun yang menyejukan diri
Engkau lah rindu
Bukan sapaan sang bintang yg bercahaya
Yang selalu menyapa
Kala mata mulai terbuka
Tapi sapaan angin pada ruang hampa
Tak ada
Kala sorot mata mencarinya
Wahai rindu
Kala langkah tak bersama
Saat mata tak melihatnya
Berharap rindu adalah pengingatnya
Untuk tetap bisa menhadirkannya
Dan berharap cinta tak pernah sirna
Karena dengan rindu akan selau ada cinta
Langit melukislah kepadanya
Bahwa aku menridukannya
Angin berhembuslah
Kirimkanlah salam rindu dan cinta ku kepadanya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar